123 Street, NYC, US 0123456789 info@example.com

Update

130 Akun Jadi Target Peretas, Twitter Kerjasama dengan FBI

SAN FRANCISCO – Twitter menghadapi masalah serius terkait sistem kesejahteraan platform mereka. Sejumlah akun Twitter tokoh-tokoh penting tampaknya jadi target peretasan oleh hacker.

Dikutip iNews , Twitter telah merilis keterangan lebih lanjut mengenai peretasan dengan menimpa sejumlah akun pesohor negeri Rabu sore. Akibat peretasan, akun tersebut mempromosikan penipuan Bitcoin.

Dalam tweet yang diunggah Kamis malam, Twitter menyatakan, sekitar 130 akun telah ditargetkan di pelanggaran, yang diperkirakan telah diaktifkan setelah hacker menipu sejulah pegawai Twitter supaya memberikan akses ke sistem media sosial.

“Berdasarkan apa yang kami ketahui, kami percaya sekitar 130 akun ditargetkan oleh penyerang di beberapa cara sebagai bagian sejak insiden, ” kata Twitter. Tapi, perusahaan menambahkan, para penyerang hanya dapat tweet dari subset mungil dari akun-akun tersebut.

Baca juga:   Ketahui 5 Ciri WhatsApp Anda Diblokir

Dalam tweet yang lain, Twitter mengatakan tengah bekerja secara pemegang akun yang terkena pengaruh untuk melihat apakah ada bukti non-publik yang dicuri pelaku. Twitter juga menyatakan, mereka telah mengambil langkah agresif untuk mengamankan sistemnya sambil memeriksa apa yang berlaku.

“Kami masih dalam proses menilai langkah-langkah masa panjang yang mungkin kami renggut dan akan berbagi lebih banyak detail secepat yang kita mampu, ” ujar Twitter.

Mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan calon pemimpin dari Partai Demokrat Joe Biden termasuk di antara akun-akun dengan menjadi korban peretasan. Selain tersebut, ada Bill Gates, Elon Musk, Jeff Bezos, dan Kanye West yang ikut menjadi korban.

Akun-akun tersebut menaikkan penipuan Bitcoin. Penipuan tersebut membawabawa tweet palsu yang mendorong followers setiap akun untuk mengirim pembayaran ke dompet Bitcoin.

Menurut data di Blockchain. com, lebih dari 115. 000 dolar AS melalui 392 pembicaraan dikirim ke dompet Bitcoin dengan diunggah dalam pesan. Twitter sekarang bekerjasama dengan FBI untuk melacak pelaku.

(ahl)

Loading…