123 Street, NYC, US 0123456789 info@example.com

Update

72 Persen Keluarga Indonesia Suruhan Makan Online

SELAMA pandemi Covid-19 sudah terjadi perubahan tren pemesanan makanan. Setidaknya 72 komisi keluarga di Indonesia suruhan makan secara online.

GrabFood, penyedia layanan pesan antar makanan meluncurkan Laporan Tren Kuliner pertama yang menampilkan tren lanskap kuliner online dan insight bisnis untuk menolong para pelaku bisnis mengalami kebutuhan konsumen yang tetap berubah dengan lebih jalan.

  pesan makan online

Grab bekerja sama dengan NielsenIQ untuk melaksanakan laporan ini dengan melakukan survei kuantitatif dan kualitatif untuk menghasilkan insight daripada 13. 000 konsumen dengan regional, 14 thought-leader pada industri F& B, dan data dari platform Grab.

Beberapa temuan kunci dari Laporan Tren Kuliner Grab di antaranya terdapat 54 persen daripada konsumen kini mencari sasaran dan resto baru mencuaikan aplikasi pengantaran makanan dengan online.

Usaha kuliner yang bergabung dengan aplikasi pengantaran makanan dalam tahun 2020 ini menemui 50 persen peningkatan total penjualan, bahkan dengan hukum pembatasan makan di tempat.

Terdapat peningkatan sebesar 32 persen dalam kategori makanan sehat sebab konsumen semakin sadar mau pentingnya makanan bernutrisi.

Seperti dilansir dibanding Antara, demografis konsumen menunjukkan bahwa keluarga dengan bujang merupakan konsumen utama layanan pesan antar makanan online. Sebanyak 72 persen konsumen GrabFood kini memesan buat keluarga dengan ukuran garing (basket size) yang bertambah besar.

Pemaparan Laporan Tren Kuliner ini juga dihadiri oleh Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki, yang menekankan kontribusi GrabFood dalam perkembangan UMKM kuliner di Indonesia.

“Lewat gelaran ini, saya melihat bagaimana dedikasi Grab dalam menjadikan mitra merchant sebagai prioritas dan tak hanya berperan sebagai maklumat pesan antar makanan online, namun juga mampu mengakomodir segala bentuk kebutuhan usaha mitra merchant, mulai sejak meningkatkan keterampilan digital, strategi pemasaran, sampai ke menyediakan berbagai insight bisnis dengan berguna dalam pengambilan keputusan usaha, ” kata Teten.

Pada jalan yang sama, Menteri Pariwisata serta Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahudin Uno juga mengapresiasi prakarsa layanan antar makan secara online untuk memperkuat infrastruktur ekonomi digital bagi UMKM.

“Saya berharap ini mampu mengakselerasi kelanjutan pelaku UMKM dalam mengimplementasikan ide-ide kreatifnya sehingga menjangkau segmen pasar mereka yang lebih luas lagi. Bahan akhirnya, terjadi penciptaan beserta pembukaan lapangan kerja seluas-luasnya sehingga mampu menggerakkan perekonomian dan menyejahterakan masyarakat”, perkataan Sandiaga.

(DRM)