123 Street, NYC, US 0123456789 info@example.com

Update

BSSN: Terdapat 741 Juta Serangan Siber dari Januari-Juli 2021

RUPANYA pemanfaatan teknologi informasi komunikasi berbanding lurus dengan resiko intimidasi keamanan. Hal ini menjelma perhatian banyak pihak untuk mengamankan ruang siber, termasuk Badan Siber dan Isyarat Negara (BSSN)

Menurut data BSSN dipusat operasi keamanan siber, tercatat ada sekitar 741 juta anomali trafik atau gempuran siber yang terjadi tiba Januari hingga Juli 2021.

  serangan siber

Kepala BSSN Hinsa Siburian menjelaskan, ada sebanyak 741. 441. 648 serangan siber di Indonesia. Tertinggi terjadi di kamar Mei sebanyak 186. 202. 637 serangan.

Ia melanjutkan, kategori anomali terbanyak yakni malware, denial of service dan trojan activity. Sedangkan trennya merupakan serangan ransomware atau malware yang meminta tebusan, lalu insiden data leaks ataupun kebocoran data.

“Adapun sebaran sektor yang terkait dengan kebocoran bukti lebih banyak yang diserang pemerintahan, ” ujarnya zaman mengisi webinar “Indonesia’s Digital Transformation & Cybersecurity, Selasa (24/8/2021).

Bertambah rinci menurut data dengan dipaparkan Hinsa, ada kira-kira sektor yang terkait dengan kebocoran data akibat malware yakni pemerintah 45, 5 persen, sektor keuangan 21, 8 persen, telekomunikasi 10, 4 persen.

Kemudian diikuti transportasi dan penegakan hukum masing-masing serupa 10, 1 persen dan BUMN lainnya 2, 1 persen.

(DRM)