123 Street, NYC, US 0123456789 info@example.com

Update

Facebook Siap Kurangi Berita Kebijakan di Platform-nya

RUPANYA Facebook tengah mengarahkan eksperimen mengurangi berita-berita politik di halaman depannya. Peristiwa ini mendapatkan hasil yang cukup positif di kaum negara, percobaan ini hendak diperluas dan mencakup beberapa negara seperti Swedia, Spanyol, Costa Rica, dan Irlandia.

Dilansir dari The Verge, Rabu (1/9/2021), Facebook mengabarkan bahwa percobaan kali ini akan melibatkan penyaringan reaksi positif serta negatif yang diterima Facebook ketika mereka mempromosikan konten.

  Facebook

“Beberapa unggahan pasti selalu mendapatkan anggapan, dan reaksi ini ialah satu diantara faktor yang Facebook pertimbangkan untuk menilai unggahan mana yang pantas dipromosikan, ” ujar representatif Facebook.

“Lalu berdasarkan timbal balik yang saya dapat, kami melihat kalau kami mendapat banyak reaksi negatif ketika mempromosikan konten bermuatan politik, ” tambahnya.

Sebaliknya, Facebook juga akan mengawasi hasil dari pengguna ketika menawarkan konten di luar informasi politik. Facebook mengakui bahwa percobaan ini mampu mempengaruhi konten-konten berita dan beriktikad akan mencari solusi buat memuaskan semua pengguna, perorangan maupun perusahaan.

Sebelumnya, Facebook telah menekan berita-berita politik di linimasa pengguna dari negara Kanada, Brazil, Amerika, dan Nusantara. Tak lama Facebook pula mengumumkan akan lebih menaikkan unggahan yang positif & menginspirasi, juga menyediakan jalan agar para pengguna mampu menyampaikan rasa tidak suka mereka terhadap suatu konten.

Perubahan ini datang di tengah dialog para pembuat konten dan pengguna Facebook yang kesulitan menemukan interaksi seperti barang apa yang paling berpengaruh pada Facebook.

Kira-kira pengguna menganggap berkomentar & membagikan unggahan adalah lupa satu cara yang memutar mudah untuk menaikkan suatu konten, dan karena tersebut linimasa mereka kini kala dibanjiri berita politik.

Namun Facebook menengkari klaim tersebut dan mengungkap bahwa kebanyakan berita kebijakan hanya memakan 6% sekadar dari linimasa pengguna. Mustahil bagi seorang pengguna buat menemukan konten berita tak berhubungan di linimasa mereka kecuali mereka memang cuma mengikuti akun-akun berita.

(DRM)