123 Street, NYC, US 0123456789 info@example.com

Hadapi New Normal, Pemerintah Kembangkan Fitur Aplikasi PeduliLindungi

Update

Hadapi New Normal, Pemerintah Kembangkan Fitur Aplikasi PeduliLindungi

JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian BUMN dan Telkom Nusantara menambahkan beberapa fitur untuk melecehkan pengguna Aplikasi PeduliLindungi dalam bertemu new normal atau kenormalan segar.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan pengguna Aplikasi PeduliLindungi mematok saat ini sudah mencapai dekat 4 juta pengguna.

“Hingga sore hari ini, kelompok yang melakukan atau intalasi penggunaan ini Google Play Store & App Store sebanyak 3. 944. 793 pengguna smartphone yang tersedia di Indonesia. Kami harapkan masyarakat lebih aktif untuk melakukan instalasi aplikasi karena sangat penting untuk mengetahui dan mencegah persebaran pandemi Covid-19, ” ungkapnya dalam Konferensi Pers Daring tentang QR Code e-Sertifikat Bebas Covid-19 pada Pelaksanaan PeduliLindungi dari Ruang Serbanguna Departemen Kominfo, Jakarta, Jumat (12/06/2020).

Menteri Kominfo membuktikan Pemerintah juga akan meningkatkan Permintaan PeduliLindungi agar bisa digunakan sebab perangkat telepon non-smartphone.

“Kami juga bersama-sama dengan Telkom yang akan meningkatkan agar aplikasi ini nanti mampu digunakan juga oleh pengguna perangkat telepon yang non-smartphone melalui teknologi SMS, ” jelasnya.

Menteri Johnny merinci sifat yang sudah ada dalam Penerapan PeduliLindungi antara lain:

1. Contact Tracing tenggat 14 hari ke belakang menggunakan teknologi bluetooth;

dua. Tracking closed-contact user menggunakan teknologi GPS atau global positioning system;

3. Fencing untuk mendukung isolasi mandiri user menggunakan teknologi GPS;

4. Untuk WNI dan WNA yang memasuki wilayah yuridiksi nasional kita di batas negara di 7 pintu imigrasi. dan dengan secara langsung ditetapkan sebagai ODP;

5. Notifikasi Zona Terdampak dan informasi lokasi sekitar pada hal ini kelurahan, rumah kecil maupun apotek terdekat;

6. Histori perjalanan atau tempat user menggunakan GPS;

7. Teledokter, atau periksa kesehatan tubuh mandiri dengan Prixa dan BPPT, konsultasi dokter online dengan Halodoc dan Prosehat.

Menurut Menteri Kominfo, pemerintah pula membuat dashboard monitoring yang digunakan untuk tracing, tracking, dan fencing.

“Dalam kejadian ini Dashboard Tracing dan Tracking untuk melihat user yang pernah closed-contact dengan pasien positif. Dashboard Fencing untuk melihat pergerakan karakter dalam karantina mandiri. Untuk memontoring tersedia di Kementerian Kesehatan yang dapat digunakan khususnya untuk memonitor pasien dan orang yang melakukan karantina mandiri, ” paparnya.

Menteri Johnny menjelaskan apabila melewati batas wilayah karantina sampai dengan 500 meter, user atau pengguna yang bersangkutan tepat terlhat dalam dashboard.

“Kemudian, para pejabat, dokter-dokter atau operator-operator yang ada di dasbord Kementerian Kesehatan bisa langsung mengingatkan kepada pasien untuk cepat kembali ke wilayah karantina atau isolasi mandirinya, serta dapat melakukan juga melalui pendekatan-pendekatan offline setelahnya, ” paparnya.

(ahl)