Update

Kembali Beraksi! Hacker Curi 780 GB Data Milik EA

PARAH, hacker kembali melakukan aksinya. Saat ini yang menjadi korban ialah raksasa perusahaan game negeri, Electronic Arts (EA).

Belum diketahui jelas apakah tindak kejahatan siber itu dilakukan oleh klan atau hanya individu.

Tetapi yang pasti, lantaran laporan yang beredar, EA telah kehilangan banyak keterangan penting dalam pengembangan game yang dicuri oleh peretas melalui sistem akses database perusahaan.

 

Beserta ini adalah data EA yang telah dicuri sebab peretas, dilansir dari BleepingComputer, Senin (14/6/2021).

– Source code serta debug tools untuk game engine FrostBite

– Kode server matchmaking game FIFA 21

– Debug tools, SDK dan keys daripada game FIFA 22

– Berbagai macam debug tools, SDK serta API keys yang dimiliki EA

semrawut Properti frameworks untuk EA Games

porakporanda SDK dan API key rahasia untuk Sony dan Xbox

kepala pfx dan crt secara key untuk Playstation serta Xbox milik EA

Keseluruhan data milik EA yang dicuri peretas mencapai 780 GB. Pelaku juga menyebarkan sebuah tangkapan layar di internet, jadi bukti bahwa telah mencuri data EA.

Dalam tangkapan layar itu, peretas juga mengumumkan bahwa semua data yang dicurinya dijual secara publik secara harga ratusan miliar.

Kendati demikian, EA menegaskan bahwa kejadian itu tidak memberikan pengaruh tinggi terhadap perusahaan. Tetapi EA berjanji akan menindaklanjuti urusan ini.

“Kami sedang menginvestigasi insiden tersebut di mana seseorang telah menyusup ke jaringan kongsi, mencuri game source code dan peralatan data istimewa lainnya. Tidak ada bahan player yang mereka akses dan kami yakin tidak ada risiko bocornya data privasi para pemain, ” kata EA dalam fakta resminya.

“Dari insiden ini, kami sudah meningkatkan sistem keamanan & tidak ada pengaruh gede untuk game dan bisnis kami. Kami sudah membawa kasus ini ke galur hukum dan menyerahkan masalahnya ke pihak berwajib, ” tambah perusahaan.

(DRM)