Memperhatikan Fenomena Alam yang Diprediksi Terjadi pada Juni

Update

Memperhatikan Fenomena Alam yang Diprediksi Terjadi pada Juni

JAKARTA – Fenomena alam diprediksi terjadi pada malam ini, yakni suatu asteroid yang memiliki ukuran diameter hingga 160 meter yang mau mendekati Bumi dengan kecepatan enam, 68 km per detik atau 14. 942 mph.

Selain fenomena alam itu, ternyata ada sejumlah fenomena alam lainnya yang diprediksi terjadi pada bulan ini.

Bersandarkan informasi yang dikutip dari akun Instagram milik Lembaga Penerbangan serta Antariksa Nasional (LAPAN) @pussainsa_lapan dan diambil dari berbagai sumber, dibawah ini fenomena alam yang diprediksi berlaku pada Juni.

3 Juni 2020

Posisi bulan mau berada di jarak terdekatnya secara Bumi. Berdasarkan perhitungan jarak kurun Bumi dengan bulan berkisar 364. 390 kilometer, hal itu berlaku pukul 10. 47 WIB.

4 Juni 2020

Konjungsi inferior Venus mencapai pada puncaknya, kejadian tersebut terjadi pada pukul 00. 42 WIB.

Venus akan terletak di antara dan satu garis lurus dengan Matahari dan Bumi. Di zaman yang sama, Planet Merkurius serupa mencapai elongasi timur maksimum 23, 6 derajat dari Matahari. Satelit ini berada paling rendah pada langit barat setelah Matahari beku.

5 Juni 2020

Bulan akan berada di Periode Bulan Purnama terjadi pada jam 2. 12 WIB. Fenomena tersebut dikenal dengan Bulan Strawberry, penamaan tersebut dikarenakan bersamaan musim pengetaman strawberry serta juga dikenal secara Bulan Mawar Penuh dan Bulan Madu Penuh.

6 Juni 2020

Di tanggal tersebut terjadi dua fenomena, yakni baru Gerhana Bulan Penumbra, yaitu zaman Bulan melewati bayangan sebagian Bumi. Peristiwa tersebut hanya dapat disaksikan di sebagian besar Eropa, Afrika, Asia, Australia, Samudera Hindia dan Australia.

Kecelakaan Bulan Penumbra dimulai pada memukul 00. 45. 51 WIB, puncaknya 2. 24. 55 WIB serta berakhir 4. 04. 03 WIB.

Sementara fenomena alam lainnya, yakni Strawberry Full Moon juga terlihat di tanggal ini. Puncaknya berada di pukul 2. 12 WIB pada tenggang 369. 005 kilometer dengan tengah Bumi. Purnama bisa disaksikan dibanding arah Barat Daya. Nama asing fenomena ini adalah Hot Moon atau Bulan Panas.

8 Juni 2020

Konjungi Kamar dan planet Jupiter akan berlaku pada pukul 22. 37 WIB dengan sudat pisah sebesar 2, 4 derajat. Fenomena langit itu bisa teramati dari arah Timur agak ke Tenggara dengan ketinggian sekitar 60 derajat di berasaskan ufuk.

Dalam kesempatan yang sama juga mau terjadi Konjungsi Triple Bulan, Jupiter dan Saturnus. Fenomena tersebut mampu diamati di arah Timur perkiraan ke Tenggara dengan menyerupai segitiga siku-siku tumpul dan sudut tumpulnya berada di Jupiter.

Bulan akan bergerak perlahan mendekat ke arah Saturnus pada 9 Juni 2020 pukul 00. 00 WIB yang akan membentuk segitiga siku-siku. Fenomena tersebut bisa diamati di arah Tenggara dengan ketinggian sekitar 50 derajat di pada ufuk.

13 Juni 2020

Bulan akan masuk ke Fase Perbani Akhir pada pukul 13. 24 WIB. Bulan, Dunia, dan Matahari membentuk sudut 90 derajat saat fase ini terjadi.

Sementara tersebut, Konjungsi Bulan dan Mars dalam saat yang serupa. Puncaknya terjadi di pukul 11. 15 WIB, tetapi baru bisa diamati pukul 17. 00 WIB sebelum matahari masuk karena Mars tidak terlihat di siang hari. Fenomena bisa dipandang dengan mata telanjang selama status cuaca cerah, bebas polusi cahaya dan bidang pandang tidak terhambat apapun.

15 Juni 2020

Bulan akan berada dalam titik terjauh Bumi atau Apogee. Fenomena ini akan terjadi pada pukul 08. 00 WIB pada jarak 404. 557 kilometer sebab pusat Bulan.

19 Juni 2020

Konjungsi Bulan dan Venus, fenomena ini terjadi pada pukul 17. 23. 40 WIB.

21 Juni 2020

Gerhana Matahari Cincin & Kamar memasuki Fase Bulan Baru.

22 Juni 2020

Konjungsi Bulan dan Merkurius & Bercak Balik Matahari Juni (Solstice Juni).

28 Juni 2020

Bulan memasuki pada Fase Perbani Awal.

30 Juni 2020

Bulan berada di bintik terjauh Bumi (Perigee).  

(ahl)