123 Street, NYC, US 0123456789 info@example.com

Update

Menkes Budi Sebut Pengguna Penggunaan PeduliLindungi Tembus Lebih daripada 50 Juta Sehari

APLIKASI PeduliLindungi saat ini telah menjadi alat sari yang wajib digunakan umum jika ingin beraktifitas pada luar rumah. Aplikasi tersebut bermanfaat untuk melacak & memberikan infromasi yang sahih mengenai zona berbahaya Covid-19 yang ada di kira-kira masyarakat.

Dalam sesi jumpa pers dengan virtual di channel YouTube Sekertariat Presiden, Senin (20/9/2021), Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa penggunaan aplikasi PeduliLindungi sebagai asas pendukung protokol kesehatan semakin masif dilakukan. Terbukti di minggu lalu, tercatat aplikasi PeduliLindungi sudah menyentuh nilai 8 juta QR Code.

  aplikasi peduli lindungi

“Artinya praktik ini telah digunakan oleh seluruh orang Indonesia yang mengunjungi tempat-tempat publik lebih dari 8 juta kali dalam satu hari. Selain itu websitenya juga sudah dikunjungi lebih dari 40 juta dalam sehari. Siap kalau misalnya kita Check-in, maka itu sistem Check-in airport akan langsung membongkar-bongkar datanya dari websitenya PeduliLindungi, ” kata Menkes Watak.

Untuk zaman ini, pengguna aplikasi PeduliLindungi sudah semakin banyak serta diakses lebih dari 50 juta kali per keadaan baik melalui aplikasi maupun website. Meski demikian, Menkes Budi menjelaskan pemerintah mau terus melakukan banyak pembaruan dan update terhadap kaum sektor dan fitur lantaran aplikasi PeduliLindungi.

“Kami mengakui bahwa masih banyak perbaikan dari jurusan security, performance, dan kegiatan yang harus diperbaiki sejak PeduliLindungi. Tapi dari bidang aplikasi kesehatan nasional yang diluncurkan kurang dari dua bulan, aplikasi PeduliLindungi dasar sudah terbukti bisa membikin infrastruktur penerapan protokol kesehatan berbasis information technology, ” lanjutnya.

Selain itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga berharap kalau aplikasi PeduliLindungi kedepannya sanggup dikoneksikan dengan aplikasi-aplikasi lain di luar negeri dengan setara agar memudahkan implementasi protokol kesehatan untuk lintas negara.

(DRM)