Merembes Cabang Olahraga, Esport Miliki Penuh Potensi Lapangan Kerja

Update

Merembes Cabang Olahraga, Esport Miliki Penuh Potensi Lapangan Kerja

JAKARTA berantakan Esport di Indonesia sedang menikmati perkembangan pesat, termasuk di periode pandemi virus corona (covid-19) serupa saat ini. Apalagi sekarang pemain esport sudah bisa disebut jadi atlet. Demikian dijelaskan Staf istimewa Kemenpora Bidang Kreativitas dan Pembaruan Kaum Milenial Alia Laksono pada acara Virtual Media Talk Piala Menpora Esports 2020.

Ia menerangkan bahwa dengan resmi esports sudah masuk bagian olahraga. Hal ini dilakukan sebagai salah satu dukungan Kemenpora di melihat potensi yang besar pada esports.

Baca pula: Daftar Pemain Esport yang Harumkan Indonesia di Kancah Internasional 

Sementara Ketua Pemangku Esports Piala Menpora 2020 Giring Ganesha mengatakan bahwa esports mampu menjadi potensi lapangan kerja yang sangat luas. Selain menjadi olahragawan, esports juga membutuhkan tim kegiatan yang profesional.

“Pengalaman IESPL dalam acara selama besar hari saja membutuhkan hingga 100 orang lebih, ” ujar Giring.

Sedangkan atlet proplayer esports Indonesia, Aditya atau dikenal Doyok, mengatakan untuk penghasilan di dunia esports sendiri saat ini sudah di atas UMR. Di sebulan ia bisa mendapat penghasilan hingga Rp10 juta di luar sponsor, live streaming, dan yang lain.

Baca pula:   Esport Lebih Bagus Dibanding Riil Sport?  

Lalu untuk editor cakap, menurut Co-Founder Alter Ego Esports Indra Hadiyanto, untuk pengeditan mulia video saja bisa mencapai bea Rp300–500 ribu, tergantung potensi yang dimiliki.

(han)