123 Street, NYC, US 0123456789 info@example.com

Update

Peneliti Sebut Bumi Mungkin Dipenuhi Petunjuk Digital pada 2245

SEBUAH studi baru memperlihatkan pertumbuhan data sejak waktu ke waktu dan dampak yang berpotensi menyebabkan bencana. Laksana diketahui, saat ini manusia hidup di zaman yang kaya keterangan, penggunaan media sosial tinggi, maka hampir setiap manusia menghasilkan konten terkomputerisasi dalam jumlah yang mencengangkan setiap harinya.

Dikutip dari Space , Kamis (3/9/2020), IBM dan perusahaan riset teknologi lainnya sudah memperkirakan bahwa 90 persen sebab data digital dunia saat tersebut diproduksi dalam dekade terakhir saja. Fisikawan Melvin Vopson dari Universitas Portsmouth di Inggris memulai analisisnya dimulai dengan fakta bahwa Bumi saat ini mengandung sekitar 10^21, atau 100 miliar, bit bahan komputer.

Baca pula: Ditemukan Lubang Hitam dengan Mengandung 142 Kali Massa Matahari 

Vopson kemudian menghitung berapa banyak lagi data dengan mungkin ada di masa ajaran. Dengan asumsi tingkat pertumbuhan tahunan 20 persen dalam konten digital, Vopson menunjukkan bahwa 350 tahun dari sekarang, jumlah bit keterangan di Bumi akan lebih penuh daripada semua atom di dalamnya, yang jumlahnya sekitar 10^50 ataupun 100 triliun.

Kejadian ini membuat Vospon bertanya melanggar di mana manusia akan mengemasi informasi tersebut. Ia menyebut itu merupakan krisis yang tidak terlihat, karena benar-benar masalah yang tidak terlihat.

Mengaji juga: Cara Mudah Bersihkan Komputer agar Terhindar dari Covid-19 

Sebelumnya dalam menuntut pada 2019 yang diterbitkan dalam jurnal AIP Advances, Vopson mengutarakan bahwa mungkin ada hubungan antara informasi dan massa. Dugaan itu bergantung pada persamaan terkenal E=mc^2 yang diturunkan Albert Einstein pada awal abad ke-20.

Dari situ Vospon dapat menghitung massa potensial dari sebuah bit informasi, sekira 10 juta kali lebih kecil dari sebuah partikel. Ini berarti bahwa massa keterangan yang dihasilkan setiap tahun tak signifikan, kira-kira sama dengan berat satu bakteri E. coli.