123 Street, NYC, US 0123456789 info@example.com

Penerapan iWareBatik Dilengkapi Teknologi Kecerdasan Hasil

Update

Penerapan iWareBatik Dilengkapi Teknologi Kecerdasan Hasil

JAKARTA – Mahasiswi Indonesia di Universitàs della Svizzera Italiana (USI), Swiss bekerjasama dengan UNESCO meluncurkan aplikasi iWareBatik. Aplikasi ini bertujuan untuk menjadi arsip digital Menulis sebagai warisan budaya tak benda, dikutip Setkab. go. id.

Aplikasi iWareBatik bermanfaat untuk mengidentifikasi tekstil Batik, nilai-nilai filosofis di balik motifnya, tempat asal dan informasi-informasi lain yang relevan dengan Batik tersebut. iWareBatik diluncurkan dalam bentuk laman iwarebatik. org dan aplikasi ponsel pintar tepat pada 17 Agustus 2020.

Ada 100 lebih motif Batik sudah terdokumentasikan, dan masih akan langsung diperkaya lagi dengan motif-motif Menulis lainnya. Aplikasi ini juga dilengkapi dengan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) yang memungkinkan para pemakai mengetahui motif batik dengan mengambil foto kain batik yang sedang dipakai.

Hingga saat ini, aplikasi tersebut mampu mengidentifikasi beberapa motif batik, yakni merak, kawung, ampiek, parang, dan akan dikembangkan lebih lanjut dalam masa yang akan datang.

Puspita Rupawan Permatasari, Koordinator Riset Teknologi Hubungan iWareBatik untuk Batik Indonesia, memberikan filosofi dibalik iWareBatik yaitu “I am aware of Batik“.

“Melalui aplikasi tersebut, kami berharap orang-orang tidak hanya memakai batik (wear) tapi pula memahami (aware) makna batik dengan sedang dipakai, ” jelasnya.

Sebagai informasi, Puspita kini tengah menekuni Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) untuk Warisan Adat Tak Benda dan Pariwisata sebagai fokus studi S3-nya di USI.

Baca selalu:   Mengenal Istilah NFC di Smartphone Android

Fitur peta interaktif juga tersedia pada aplikasi ini, sehingga orang-orang dapat mengetahui motif Batik yang khas dari masing-masing provinsi di Indonesia.

“Harapannya, orang-orang yang berkunjung ke Indonesia, misalnya ke Kalimantan Selatan, atau Maluku, atau provinsi mana sekadar, bisa mengetahui motif Batik dengan khas dari daerah tersebut, pra memutuskan membeli batik apa dengan dijadikan souvenir, ” lanjut Puspita.

Dalam metode pengembangan aplikasi ini, Puspita dan tim USI juga melakukan dialog intens dengan pihak KBRI Bern.

(ahl)