123 Street, NYC, US 0123456789 info@example.com

Update

Prima di Dunia, Teknologi Plasmacluster Membuktikan Efektivitas Menurunkan Risiko Penularan Corona Virus Melalui Udara

Kasus Positif Covid-19 di Indonesia semakin bertambah. Serta dalam sebuah acara di Jenewa, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengeluarkan sejumlah data yang membuktikan tentang bagaimana virus ini merembet melalui airborne atau udara. & jika keadaan lingkungan mendukung kepada perkembangan virus tersebut, misalnya kualitas udara yang buruk akibat peredaran udara yang tidak baik, virus ini tentu saja akan semakin memperburuk keadaan lingkungan sekitar.

 

PT Sharp Electronics Indonesia mengeluarkan temuan barunya yakni, teknologi Plasmacluster yang telah lolos tes dalam menurunkan risiko penularan Novel Coronavirus (SARS-CoV-2) melalui udara. ” Ini merupakan kontribusi yang dapat dilakukan oleh Sharp dalam membangun menjaga kesehatan konsumen setianya di seluruh dunia”, ungkap Shinji Teraoka, Presiden Direktur PT Sharp Electronics Indonesia.

Masih ingatkah Anda, pada bulan Desember 2019 lalu, wabah “penyakit Coronavirus 2019 (COVID-19)” yang disebabkan oleh virus corona baru (SARS-CoV-2) mulai tersebar, dan pada Agustus 2020, bertambah dari 25 juta orang sudah terinfeksi SARS-CoV- 2 dan lebih dari 840. 000 orang pada dunia meninggal karena penyakit menular ini.

Sharp Corporation bersama dengan Profesor Jiro Yasuda dari Pusat Penelitian Nasional buat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular, Institute of Tropical Medicine, Universitas Nagasaki, Professor Asuka Nanbo (anggota Dewan Perkumpulan Virologi Jepang) Universitas Nagasaki, dan Profesor Hironori Yoshiyama dari Departemen Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran Universitas Shimane (juga anggota Sidang institusi yang dihormati secara global dalam penelitian penyakit menular pada Jepang untuk pertama kalinya dalam dunia melakukan penelitian virus corona baru (SARS-CoV-2) melalui perangkat tes virus yang dilengkapi dengan teknologi Plasmacluster dari Sharp.

Di tahun 2004 yang berserakan, Sharp juga telah membuktikan kemustajaban dari teknologi Plasmacluster terhadap virus corona yang menyebar melalui kucing, anggota keluarga Coronaviridae. Pada tarikh berikutnya, ditahun 2005, kembali Sharp membuktikan keefektifannya terhadap virus asli SARS coronavirus (SARS-CoV), yang menerbitkan wabah (2002-2003) dan secara genetik mirip dengan novel coronavirus (SARS-CoV-2). Dan di tahun 2020 itu Sharp telah memastikan bahwa Ion Plasmacluster yang dimilikinya juga efektif melawan “virus korona baru” (SARS-CoV-2) yang mengambang di udara.

“Kedepannya, Sharp akan tetap berkontribusi kepada kesehatan masyarakat dengan melakukan berbagai penelitian dengan memverifikasi berbagai aplikasi teknologi Plasmacluster untuk menunjukkan keefektifan Ion Plasmacluster untuk kesehatan masyarakat dunia”, ungkap Hiromasa Okajima – SAS Global Plasmacluster Equipment Product Planning Division General Manager.

Kemampuan Sharp untuk membuktikan keefektifan teknologi Plasmacluster ini memang tak perlu diragukan lagi. Pasalnya, Sejak tahun 2000, lembaga penelitian independen yang bekerjasama dengan Sharp telah membuktikan dengan klinis kemampuan Plasmacluster untuk menekan aktivitas zat berbahaya termasuk virus influenza pandemi baru, bakteri dengan resistan terhadap obat, dan alergen tungau, serta mengurangi tingkat peradangan bronkial pada anak-anak penderita asma. Pada saat yang sama, ketenangan ion Plasmacluster juga telah dikonfirmasi oleh lembaga penelitian terhadap tubuh manusia.

 

Dr. Jiro Yasuda, Profesor, Pusat Penelitian Nasional untuk Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular, Universitas Nagasaki selaku kepala dalam penelitian ini menyatakan “Penggunaan awahama seperti alkohol dan deterjen (surfaktan) sangat efektif untuk penanggulangan virus yang melekat (adhesive), namun belum ada penanggulangan efektif untuk mengurangi risiko infeksi yang dimediasi sebab aerosol (mikrodroplet) selain memakai kedok, namun dengan penelitian ini dapat dipastikan jika teknologi Plasmacluster benar dapat menonaktifkan virus corona jenis baru yang tersuspensi di udara, sehingga diharapkan dapat menurunkan resiko terinfeksi virus tidak hanya di rumah, perkantoran, kendaraan, tetapi selalu di ruang fisik seperti pranata medis.

Mengenai cara kerja dari Sharp Plasmacluster ini antara lain,

– Ion Plasmacluster memiliki kecocokan dengan ion positif dan minus yang ada di alam. Ion-ion ini dikelilingi oleh molekul-molekul tirta dan dilepas ke udara.

– Ion-ion yang berasal sejak hidroksida (OH) bebas akan beroksidasi tinggi ketika mereka bergerak menuju permukaan mikroba di udara, semacam alergen, bakteri, jamur, dan virus. Ion-ion tersebut akan menghilangkan hidrogen dari permukaan protein dan menghancurkannya.

– Hidroksida bebas mau bergabung dengan hidrogen (H) buat membentuk air (H2O) yang mau kembali ke udara.

Nah, telah terbukti bukan bila Gebrakan Sharp melalui teknologi Plasmacluster telah terbukti efektif dalam menyekat virus dan mikroba yang bisa mencemarkan udara dan membuat hawa jadi lebih jernih dan segar. Sehingga dari teknologi yang tercipta dari Sharp Plasmacluster ini benar ampuh menonaktifkan airborne virus corona.

Sharp akan langsung berkontribusi kepada kesehatan masyarakat secara melakukan berbagai penelitian dengan membenarkan berbagai aplikasi teknologi plasmacluster berperan menunjukkan keefektifan Ion Plasmacluster bagi kesehatan masyarakat dunia. Dan Sharp kini terus mengembangkan cara-cara gres agar Plasmacluster mampu membawa laba bagi kehidupan.

CM

(yao)