123 Street, NYC, US 0123456789 info@example.com

Satelit Ini Bantu Indonesia Lacak Sampah di Lautan

Update

Satelit Ini Bantu Indonesia Lacak Sampah di Lautan

JAKARTA – Setiap tahun gunungan sampah plastik dalam jalanan Jakarta tersapu oleh derasnya hujan. Bahkan, sebagian di antaranya bisa sampai ke pantai-pantai Bali. Menanggapi hal ini, para ilmuwan membuktikan beralih ke satelit untuk memburu sampah dan mencari cara mengatasinya.

Penduduk Indonesia yang hampir berjumlah 270 juta jiwa membuang sampah setidaknya 620. 000 ton plastik ke media air setiap tahunnya. Para ilmuwan berharap dengan mengikuti pergerakan sampah sanggup membantu mereka memahami masalah, dan mengumpulkannya berdasarkan pola musiman, aliran air, dan angin.

Proyek kerja sama jarang Kementerian Kelautan Indonesia bersama CLS (anak perusahaan Badan Antariksa Prancis), menjadi salah satu langkah untuk mengatasi 150 juta ton sampah di lautan dunia. Sejak Februari lalu, tim telah mengerahkan beacon satelit di muara sungai sekitar Jakarta, Bandung, dan Palembang.

Baca Juga:   China Luncurkan Roket Long March 6, Angkut 13 Satelit ke Orbit

“Kami meluncurkan suar GPS untuk mempelajari bagaiman sampah plastik masuk ke laut. Pelacak ini akan memasukkan tempat sampah berkumpul dan mendarat, ” kata manajer pelacakan CLS Ery Ragaputra dikutip dari Phys.

Baca Selalu:   Dua Sampah Luar Angkasa Berukuran Besar Tidak Jadi Tabrakan

Pelacak tersebut memiliki masa tahan baterai tenggat satu tahun. Data yang dikumpulkan beacon akan dikirimkan dalam bentuk informasi ke markas CLS dalam Prancis. Beberapa suar yang diluncurkan di dekat Jakarta telah menempuh jarak 1. 100 kilometer menuju pulau Bali. Sementara yang lain dari Surabaya menuju hutan bakau di paling barat Sumatera.

“Sembilan puluh persen suar yang kami lepaskan terdampar sesudah beberapa jam atau hari, ini memudahkan pihak berwenang Indonesia buat mengumpulkan sampah, ” kata direktur Anak Perusahaan Lokal CLS, Jean-Baptiste Voisin.

(saz)