123 Street, NYC, US 0123456789 info@example.com

Tersebut yang Terjadi saat Kulit Sering Terpapar Sinar Ultraviolet

Update

Tersebut yang Terjadi saat Kulit Sering Terpapar Sinar Ultraviolet

JAKARTA – Matahari memiliki manfaat ketika seseorang terkena sinarnya pada pagi hari. Selain memiliki laba, Anda juga perlu memperhatikan buntut yang ditimbulkan ketika terkena cahaya ultraviolet dari cahaya matahari.

Matahari ternyata sanggup membakar kulit kita. Sebab, matahari mengirimkan banyak energi ke ajaran kita setiap saat.

Dikutip dari Spaceplace NASA , beberapa jenis gaya tersebut di antaranya radiasi infra merah, cahaya tampak, dan cahaya ultraviolet. Sinar ultraviolet ini dengan dapat membakar kulit kita.

Radiasi infra merah, cahaya yang tampak, dan cahaya ultraviolet adalah jenis gelombang dalam spektrum elektromagnetik. Namun, gelombang gaya tersebut tidak semuanya sama.

Beberapa memiliki lebih banyak energi daripada dengan lain. Gelombang ultraviolet memiliki lebih banyak energi daripada cahaya terang, energi inilah yang dapat menghasut kulit kita.

Jika sinar ultraviolet terlalu kerap mengenai kulit kita, maka bakal merusak sel-sel kulit. Sel-sel jangat bisa mati, dan tubuh bakal bereaksi seperti kulit menjadi merah, sehingga bisa menyakitkan.

Sinar ultraviolet dapat memantul dari permukaan lain seperti tirta, salju, dan beton. Itu berarti, meskipun kita berada di kolong payung, bahkan awan yang suram pun masih bisa membakar indra peraba kita.

Matahari ‘terbakar’ selama sekitar sembilan ataupun sepuluh miliar tahun. Untuk sanggup menikmati energi dari matahari, kita dapat menggunakan pakaian, topi, serta sunblock yang mengandung bahan kimia sehingga dapat memantulkan sinar ultraviolet.

(ahl)

Loading…