123 Street, NYC, US 0123456789 info@example.com

Update

TV Hiburan Rakyat, Nurul Arifin: TV Analog Dimatikan amp; STB Tak Gratis, Kominfo Tidak Peka

KEMENTERIAN Kominfo dinilai tak menunjukkan kebijakan yang prorakyat terkait dengan penghentian TV analog ke TV digital. Bahkan, Direktur Penyiaran Direktorat Jenderal PPI Kemkominfo Heryantika Kurnia membuat pernyataan dengan menunjukkan kesan jika Kemkominfo tidak peka dengan kedudukan saat ini.

Padahal, keputusan pemerintah buat menghentikan siaran TV analog untuk beralih ke siaran TV digital, ASO (Analog Switch Off), yang dimulai pada 17 Agustus, di enam wilayah siaran Nusantara, sejak awal diputuskan buat tidak membebani masyarakat.

Adapun Geryantika Kurnia justru membuat anjuran bahkan mempromosikan agar masyarakat membeli Set Top Box (STB) pada produk tertentu. Misalnya, seolah-olah STB yang terdapat tulisan DVB-T2 dengan tanda atau tulisan “Siap Digital”.

Bahkan, Kemkominfo dengan gamblang mengarahkan masyarakat untuk membeli produk tertentu tanda STB yang bersertifikat Kominfo, seperti Nexmedia (NA1300/DVB-T2 MPEG4 HD), Polytron (PDV 600T2), Ichiko (8000HD), Akari (ADS-2230, ADS-168 dan ADS-210), Venus (Brio), Tanaka (T2), Matrix (Apple), Evercoss (STB1).

Nurul Arifin, bagian Komisi I DPR MENODAI, menilai ini tak serasi dengan kesepakatan awal secara DPR. Pasalnya, Kemkominfo tunggal berjanji akan memberikan dengan gratis STB kepada asosiasi yang membutuhkan untuk berpindah dari TV analog ke TV Digital mulai Agustus ini.

“Kominfo ini tidak konsisten. Sezaman pembahasan RUU Cipta Kerja dikatakan bahwa set top box akan diberikan dengan gratis. Sekarang bukannya percuma malah kesannya mengambil makna dari pengadaan set sempurna box ini, ” membuka Nurul Arifin yang serupa Wakil Ketua Umum Partai Golkar.

Dalam situasi pandemi covid-19 dalam mana masyarakat banyak dengan mengalami kesulitan ekonomi, tak sepantasnya Kemkominfo menambah tanggung kepada rakyat. Sebaliknya, Nurul meminta agar mereka harus menunjukkan empati yang luhur kepada masyarakat.

“Kominfo sama sekali tak peka terhadap kondisi bangsa yang sedang bertahan bertemu pandemi ini. Televisi adalah satu-satunya hiburan rakyat. Era ini masih banyak asosiasi yang hanya punya TV analog, ” tambah Nurul.

Anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar ini juga memperingatkan agar Kemkominfo jangan rebut sakinah rakyat dengan mematikan sejenis saja TV analog dan memaksa mereka membeli STB, alih-alih memberikannya secara gratis.

“Sebaiknya rencana ini ditunda dulu sampai reda pandemi. Atau jika memang harus pindah era ini, maka STB kudu dibagikan secara gratis, ” kata Nurul.

Kemkominfo yang meminta asosiasi untuk membeli STB dengan sudah bersertifikat dan melihatnya di aplikasi SIRANI (tersedia di Android dan iOS), atau di www.siarandigital.kominfo.go.id, membuktikan niat mereka yang tidak tulus kepada masyarakat.

“Jangan mengambil keuntungan di tengah kesulitan yang sedang dihadapi rakyat. Masih ada waktu sampai tahun depan untuk merealisasikan agenda transisi analog ke digital. Saya minta hal itu jadi perhatian kita bersama-sama, ” tutur Nurul Arifin yang meminta Kemkominfo supaya benar-benar mempertimbangkan usulan itu.

(han)