123 Street, NYC, US 0123456789 info@example.com

Update

XL Axiata Tingkatkan Kapasitas Jaringan Jelang Lebaran

JAKARTA – PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) dalam menyambut libur panjang Lebaran meningkatkan kapasitas hingga dua kali dari kondisi hari normal juga optimisasi di area pemukiman serta tempat tujuan wisata.

“Peningkatan kualitas jaringan pula dilakukan di sepanjang galur transprortasi darat di Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Selain itu, skenario rekayasa jaringan juga telah disiapkan jika terjadi kepadatan trafik di suatu lokasi, ” kata Direktur & Chief Technology Officer XL Axiata , I Gede Darmayusa dalam tanda tertulis di Jakarta, Minggu.

Baca Juga:   Rekomendasi Ponsel Harga Rp1 Jutaan yang Cocok untuk Digunakan di Hari Lebaran

Anju juga pengerahan sekitar 40 unit Mobile BTS (MBTS) di berbagai lokasi yang diprediksi akan mengalami lonjakan trafik,

Dikatakan, perusahaan sudah menyiapkan secara cermat jaringan telekomunikasi serta data untuk kebutuhan Lebaran ini. Meskipun ada larangan mudik, namun trafik jalan tetap akan naik secara signifikan seperti Lebaran tahun lalu dan memperkirakan trafik akan meningkat sekitar 20 persen di layanan bahan.

Menangkap Juga:   Telkomsel: Layanan Data Tumbuh 8, 54 persen di Ramadhan-Lebaran 2021 

Layanan streaming video/musik, instant messenger, gim, & media sosial akan menguasai. Selain itu, layanan gambar conference dan video call akan naik sebagai saranan bersilaturahmi karena banyak konsumen yang tidak bisa pegangan dan berkunjung ke ahli famili.

Besar menambahkan, persiapan jaringan yang lain adalah berupa pengaturan trafik internet ke arah upstream arah Malaysia dan Australia menjadi 1, 5 kali dan menggunakan 2 exchange Singapura dan Australia.

Selanjutnya, tim XL Axiata juga telah mengidentifikasi sekitar 800 titik tempat yang menjadi pusat pergeseran masyarakat antara lain sentral perbelanjaan dan lokasi wisata serta tempat ibadah. “Meski ada larangan mudik, optimisasi jaringan juga tetap dilakukan di sepanjang jalur pungutan Jawa dan Sumatera, pemilik modal udara, terminal bus antarkota, pelabuhan penyeberangan, stasiun andong, ” katanya.